November 29, 2021

Chaplin dan Sepasang Sandal dari Garut


“Membeli apa nona?” tanyaku pada seorang perempuan muda yang datang ke toko punyaku di Kota Garut, 1936. “Coba kasih beliau sandal kulit,” ujar pengantarnya, seorang inlander sama denganku, yang pastinya juga adalah seorang penerjemah bagi dua perempuan dan seorang pria kulit putih itu.

Si perempuan masih muda dan segar, ditemani satu perempuan yang saya yakin adalah ibunya. Satu lagi adalah pria dengan dandanan yang rapih. Tidak ada yang aneh dengan kejadian itu. Mereka berbelanja sandal kulit sederhana seharga satu gulden, buatan industri rumahan yang ada di dekat rumah kami.

Setahun kemudian, aku menemukan sepotong surat kabar berbahasa Belanda. Dengan terbata, aku membaca tentang kunjungan bintang film terkenal dunia, Charlie Chaplin ke Garut. Bintang film dengan kumis persegi panjang kecil tepat di bawah lubang hidungnya itu mengunjungi Garut bersama sang istri Paulette Goddard yang ditemani ibunya, Alta Mae.

Dalam koran tersebut, Chaplin bercerita kalau istrinya sangat senang memakai sandal yang mereka beli di sebuah toko di Kota Garut. Paulette memuji sandal yang dia pakai saat menempuh perjalanan antara Garut dan Wonosobo.

“Ini sangat higienis dan sehat,” ungkap Paulette.

Seketika aku terkejut. Chaplin, dua perempuan kulit putih, setahun yang lalu di Garut. “Apakah mereka?” tanyaku ragu.

Fiksi sejarah ini ditulis untuk mengikuti program 30 Hari Bercerita di awal tahun 2021, di Akun Instagram @30haribercerita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *