September 30, 2020

Siphon Tjikuningan, Struktur Bergaya Romawi di Kab. Bandung

Bersama @KomunitasAleut, kembali saya berkesempatan mengunjungi Pangalengan. Kali ini ada dua tempat yang kami kunjungi, yaitu Siphon Tjikuningan dan PLTA Malabar.

Siphon Cikuningan Pangalengan Hevi Fauzan

Tujuan pertama kami adalah Siphon Tjikuningan. Struktur untuk mengalirkan air antar bukit ini dapat dicapai melalui desa Banjarsari kecamatan Pangalengan. Jika kita masuk perkebunan Malabar, ambilah jalan yang menuju Wisma Malabar atau bekas rumah kediaman Bosscha. Dari sana, kita tinggal ambil jalan lurus menuju ujung desa. Setelah sampai, coba tanyakan kepada penduduk setempat, letak siphon itu berada.

Siphon adalah struktur yang bisa memindahkan air dari satu tempat ke tempat lainnya. Menurut disertasi Milorad Nikolic, Siphon yang ada di Tjikuningan termasuk Inverted Siphon. Saluran ini melintasi lembah antar bukit dengan mengikuti kontur tanah. Sipon jenis ini dibuat di lembah yang terlalu lebar atau terlalu dalam untuk dibangun sebuah jembatan.

Di Tjikuningan, siphon berupa lorong air yang menghubungkan dua bukit. Air yang berasal dari bukit pertama dialirkan melalui saluran menuju bukit yang lainnya. Berdasarkan sifat air, tinggi permukaan air di bukit pertama harus tinggi, supaya air bisa mengalir. Di Siphon Tjikuningan, ketinggian permukaan air bukit pertama bisa dilihat dari jumlah tangga yang mencapai 60 buah anak tangga. Di saluran di bukit kedua, jumlah anak tangga berkisar 56 anak tangga.

Siphon ini merupakan struktur yang sangat unik dan hampir jarang kita temui di tepat lain. Tidak ada salahnya, jika pemerintah dalam hal ini pemerintah Kabupaten Bandung dan juga Pemerintah Provinsi Jawa Barat melindungi dan menetapkan Siphon Tjikuningan sebagai struktur cagar budaya. Selain untuk melindungi struktur, tempat ini juga bisa dikembangkan menjadi semacam laboratorium sekaligus tempat wisata sejarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *